human-physiology.com merupakan blog pemberi informasi untuk kalian semua semoga saja kalian mendapatkan informasi menarik di blog ini.

Cara Tepat Memproduksi Iklan TV Graphic 3D

Ada berbagai trik dalam memproduksi iklan TV dalam bentuk graphic 3D simak trik berikut ini:

Cara Tepat Memproduksi Iklan TV Graphic 3D

1. Storyboard.
Adalah langkah awal yang cocok dalam membaca bentuk kompleksitas kerja proyek. Dari sana, bakal jelas berapa elemen yang mesti dikerjakan, berapa orang yang bakal dilibatkan, teknik apa yang bakal dipergunakan nanti. Dari sinilah akhirnya sebuah kualitas produksi bakal tertakar.

Trik: Jangan sempat menanyakan sesuatu perihal yang bersifat estimasi harga tanpa melewati storyboard.

2. Character design.
Sebagian besar produk yang memakai animasi di dalamnya mencoba memasukan sebuahikon karakter, baik itu dari brand-nya sendiri maupun sebagai objek pelengkap. Tapi, jeleknya hampir semua penciptaan karakter tersebut tak didasari dari pola yang mengacu kepada standard design pada umumnya. Istilah ini dinamakan model sheet, Kamu dapat lihat dari foto 1.

Dari sini bakal lebih mudah bagi para modeler (3D artist) maupun animator (2D artist) untuk meniru dan mengambil proporsi yang mendekati sebetulnya.

Namun yang lebih ideal bila mana di dalammnya tersedia juga unsur yang lain, semacam contoh berikut:

Warna. Level ini berkegunaaan untuk menjaga tone color yang telah disepakati bersama terutama oleh klien (foto 2).

Ekspresi. Level ini sangat berkegunaaan bilamana karakter tersebut bakal meperbuat gerak yang menciptakan personality-nya yang berekspresi (foto 3).

3. Style.
Pengertian di sini adalah lebih ke arah mood di dalam desain grafisnya. Kami tak sedikit mengetahui gaya-gaya dalam dunia grafis, tapi pada dasarnya kami hanya mengetahui 3 arah gaya, yaitu : Realistic, Icon dan Abstract. Tidak hanya itu, tersedia juga gaya-gaya kombinasi di tengahnya. Saya coba contohkan dari berbagai foto.

Foto 4, gaya ini jelas lebih mengacu ke arah ikonis dan lebih didominasi oleh market anak-anak. Terkesan paparan rumput divisualkan hanya mengambil image warnanya saja, yaitu hijau, tanpa menonton kaidah kekasaran dan lainnya, berikut juga dengan bentuk awannya, lebih mengambil pola flat dengan warna putih.

Bila mengacu kepada gaya ini, eksekusi dalam berproduksi otomatis bakal lebih mudah, sebab adanya unsur kesederhanaan dalam bentuk, warna dan komposisinya.

Namun tak sama bila kami memandang ke dalam foto 5, (bergaya realistic), terkesan rumput dibentuk semacam sifat rumput aslinya, berikut juga dengan awan, terkesan bervolume semacam awan pada umumnya. Bila kami mencoba mengacu berproduksi kearah gaya ini, otomatis cost yang dikeluarkan bakal lebih tak sedikit dibandingkan teknik sebelumnya. Demikian trik nya semoga berkegunaaan untuk anda.
Share: